Motto
Hargailah waktu karena waktu tidak dapat diulang kembali
Bagi yg mau ujian ON-LINE tunggu waktunya Sesuai dgn Jadwal
soal saya buka kalau ada jadwal ujian
Terima Kasih.
Rabu, 11 Juli 2012
Kamis, 03 Mei 2012
Kunjungan Kelas X Ke-Museum Bank Indonesia
Museum
ini tidak memungut biaya masuk alias gratis dan menampilkan berbagai
informasi tentang sejarah Bank Indonesia sejak berdirinya pada tahun
1953, sampai dengan meliputi pula latar belakang dan dampak
kebijakan-kebijakannya bagi masyarakat di masa lalu. Selain itu terdapat
pula fakta dan benda sejarah dari masa jauh sebelum Bank Indonesia
berdiri yaitu pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara dan bagaimana mereka
melakukan transaksi dagang dengan bangsa lain. Dalam beberapa bagiannya
juga ditampilkan contoh-contoh uang yang pernah digunakan di Indonesia
sejak masa tahun 1500-an.Selasa, 20 Maret 2012
Rabu, 25 Januari 2012
HUBUNGAN GURU DAN SISWA MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR
Senin, 12 Desember 2011
Yesaya 51:4
LAI TB, Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa.
KJV, Hearken unto me, my people; and give ear unto me, O my nation: for a law shall proceed from me, and I will make my judgment to rest for a light of the people.
Pesan Natal SMA:
New life New Hope < hidup yang baru adalah hidup yang berpengharapan kepada Kristus >
lewat natal ini kembali siswa-siswi kembali diajak untuk hidup yang berpengharapan kepada Kristus, karena tanpa kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa, oleh karena itu sambut Dia dan berika tempat yang terbaik di hati kita supaya Kristus memampukan kita untuk memasuki tahun baru yang sudah didepan mata, sekali lagi sambutlah dia , ijinkanlah Kristus berkarya dalam hati kita supaya kita bisa lewati tahun yang baru dengan penuh sukacita bersama dengan Yesus.
Ditulis: Adisman Siregar, S.Kom
Artikel
Secerah Cahaya Natal
-
Ada teori yang mengatakan bahwa Yesus Kristus dilahirkan pada tanggal sekitar 19 -- 20 April. Ini berdasarkan kalender Julian, yaitu tanggal 24 -- 25 Pharmuthi.
-
Kelahiran Yesus jatuh pada tanggal 20 atau 25 Mei tahun 3 SM, berdasarkan penghitungan hari ke-25 Pachon pada masa pemerintahan Kaisar Agustus tahun 31 SM sampai tahun 14 M.
-
Rasid Rachman dalam bukunya "Hari Raya Liturgi", mematok tanggal Natal berdasarkan 14 Nisan (Pasca Computus, perhitungan berangkat dari tanggal Paskah) kalender Julian, yang juga terlihat di suratan Cyprianus (200 -- 258) atau Pseudo Cyprianus pada tahun 243. Tanggal kelahiran Yesus dihitung berdasarkan kisah penciptaan, Abraham, kisah keluarnya umat Israel dari Mesir, dan dihubungkan dengan Paskah, dan mengaitkannya dengan angka-angka simbolis. Kisah penciptaan langit dan bumi pada hari pertama (Kejadian 1:1) -- menurut tradisi barat waktu itu jatuh pada musim semi saat Equinox, yakni 25 Maret. Yesus lahir bertepatan pada saat penciptaan matahari, sebab Ia adalah Surya Sejati (bnd. "surya kebenaran"), yaitu pada hari keempat (Kejadian 1:14-19), yakni Rabu, 28 Maret.
-
Munculnya perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah ide yang agaknya sinkretistik, karena pada tanggal tersebut orang-orang Roma menyembah kepada Dewa Surya yang disebut dengan gelar "Sang Surya Tak Terkalahkan" (Dies Natalis Solis Inpikti). Gereja-gereja di Roma, pada tahun 336 Masehi, mengganti hari perayaan tersebut dengan hari kelahiran Kristus (Natus Kristus In Bethlehem Judee). Hal ini didasarkan pada pernyataan Alkitab di dalam Maleakhi 4:2 di mana Yesus dinubuatkan sebagai Surya Kebenaran. Lepas dari berbagai perdebatan tentang penafsiran kapan sebenarnya Yesus dilahirkan, mari melihat esensi berita yang disampaikan dalam perayaan Natal. Yang terpenting di dalam memahami makna Natal adalah bahwa Yesus Kristus telah dilahirkan di dalam dunia dan menjadi bagian dari sejarah umat manusia.
-
Berita SukacitaBangsa Israel, pada saat Yesus dilahirkan, berada di bawah kekuasaan Romawi. Mereka tidak saja tertindas secara fisik, tetapi juga di dalam status sosial asasi dan kemerdekaan, bahkan kebebasan beragama mereka pun tertindas. Ditambah karena perlawanan dan pemberontakan mereka terhadap Allah sehingga pada masa antara Perjanjian Lama dan Baru, yang disebut sebagai masa intertestamental yang berlangsung 400 tahun, Allah tidak mengutus seorang nabi dan rasul di tengah-tengah bangsa Israel. Hal ini lebih memperparah kondisi mereka. Yesus Kristus lahir di Bethlehem sebagai pemenuhan nubuat janji tentang Mesias yang dijanjikan untuk membawa sukacita yang besar dan pelepasan. Kehadiran Yesus memberikan pengharapan baru agar umat-Nya yang terbelenggu dapat dibebaskan dan memperoleh kemerdekaannya kembali, sehingga mereka dapat hidup dengan damai, sukacita, dan bahagia.
-
Providensi AllahProvidensi Allah atau pemeliharaan Allah sungguh nyata dalam proses inkarnasi Kristus yang menjelma menjadi manusia. Manusia begitu lemah, terbatas, dan tidak berdaya untuk memulihkan hubungannya dengan Allah. Maka Allah mengambil inisiatif mengutus Anak Tunggal-Nya datang ke dalam dunia untuk menjadi perantara atau mediator untuk memulihkan hubungan yang telah rusak tersebut. Tindakan Allah yang telah mengutus Yesus merupakan bukti kasih Allah yang besar di mana Allah menyediakan sarana-sarana agar umat-Nya dapat kembali kepada-Nya. Mengapa Sang Mediator adalah seorang manusia, bukan malaikat? Cara ini dipergunakan untuk memudahkan manusia memahami karya Allah.
-
MukjizatKelahiran Yesus Kristus tidaklah sama dengan kelahiran kebanyakan manusia. Yesus dilahirkan bukan dari hasil hubungan biologis, tetapi Roh Kuduslah yang menyebabkan Maria mengandung dan melahirkan. Ini adalah suatu peristiwa mukjizat atau supernatural, di mana kita melihat Allah bertindak di atas batas-batas rasio manusia.
-
Penyertaan AllahPeristiwa kelahiran Yesus sangat berhubungan erat dengan nama yang diemban Yesus sebagai "Imanuel", yang berarti Allah menyertai. Tindakan ini adalah tindakan aktif Allah untuk mau peduli terhadap keadaan, keberadaan, penderitaan manusia. Pada saat ini, Anda mungkin menghadapi berbagai dilema di dalam kehidupan, kegelisahan, kejenuhan, dan bahkan keputusasaan, tidak peduli apakah Anda seorang pendeta, penginjil, majelis, aktivis gereja, atau anggota jemaat biasa. Ingatlah bahwa pada saat kita merenungkan Natal pada tahun ini, ambillah tekad untuk hidup di dalam sukacita, kedamaian, dan kebahagiaan dengan menerima Yesus, karena Yesus adalah terang yang dapat menyinari jalan kehidupan kita (Maleakhi 4:2).
Kamis, 05 Mei 2011
Selasa, 26 April 2011
Prom Night Generasi Ke-21 SMA Methodist Jakarta @Musro Hotel Borobudur
"Bukan Perpisahan yang kutangisi tapi Pertemuan yang kusesali"
Prom Night itu disebut sebagai malam puncak sekolah (malam perpisahan) kalau berbicara perpisahan ini hal yang paling tidak saya suka, kalau bisa enggak usah berpisah gitu yah, tapi ini penting, saya masih ingat sewaktu saya masih SMA seperti kalian , tentunya saya juga mengalami yang namanya “perpisahan” tapi ini penting, saya masih ingat pepatah jaman dulu katanya gini ”bukan perpisahan yang kutangisi pertemuan yang kusesali” kenapa harus kita harus bertemu ….?
Dulu kalau saya tidak berpisah dengan teman-teman mungkin saya tidak bisa seperti ini, seperti yang anda lihat saat ini, saya bisa menempuh pendidikan yang wajar, bisa menjadi guru itu adalah diawali dari perpisahan dengan teman-teman. Yang jelas saya sedih dengan perpisahan. Ada hal perlu kukatakan saya gak tau ini benar atau tidak:
Andaikan Edison tak mau merantau keseluruh Amerika Latin, ia tentu takkan dikenal sebagai penemu paling jenius disepanjang sejarah
Andaikan Gandhi tak mau meninggalkan India takkan paham ia revolusi tanpa kekerasan
Andaikan Newton tak mampu meninggalkan teman-temannya di Cambridge, mungkin kita masih bingung kenapa apel jatuh kebawah dan…
Andaikan Soekarno tak mau merantau menuju Bandung dari Blitar tak ada yang namanya “Indonesia Merdeka”
Aku pernah mengalami pahit perpisahan demi perpisahan, namun aku sadar, perpisahaan berarti pengelanaan perjalanan, pengalaman perpisahan berarti “Pertemuan Baru” setiap pertemuan selalu ada perpisahan, yang penting bukan bagaimana kita bertemu, yang penting adalah bagaimana kita berpisah.
Yang bisa kita lakukan adalah buatlah moment perpisahan ini penuh arti, penuh magna, penuh janji persahabatan, dimana ketika dimasa depan kamu mengenang saat-saat kita bersama, matamu akan basah, jiwamu akan terasa hangat dan kamu akan berkata:” Aku bahagia”.
Adisman Siregar, S.Kom


